SUMBAWA BARAT — Peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang memicu fenomena kabut asap di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ternyata telah berlangsung kurang lebih selama satu minggu. Peristiwa ini awalnya bermula dari kebakaran kawasan perbukitan Gunung Batu Rea yang berada di seberang sungai dekat pemukiman warga setempat.
Pada saat kejadian awal di kawasan Batu Rea, tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sumbawa Barat sempat diturunkan ke lokasi. Namun, keterbatasan peralatan khusus kebakaran hutan serta panjang selang yang terbatas (sekitar 100 meter) membuat titik api di medan terjal tidak dapat dipadamkan secara maksimal, sehingga penanganannya terpaksa diserahkan pada kondisi alam.
Meskipun telah berlangsung sepekan, fenomena ini awalnya kurang disoroti dan baru disadari oleh warga saat gumpalan kabut asap tipis menyerupai embun tampak jelas menyelimuti deretan perbukitan Gunung Batu Rea dan Semoan, khususnya saat melintas pada jam pulang sekolah sekitar pukul 13.20 WITA, Senin (19/10/2026). Berdasarkan pantauan di lapangan dan perbincangan di media sosial, pergesekan vegetasi kering di musim kemarau ini perlahan merembet hingga membuat hampir seluruh pegunungan di wilayah Taliwang tertutup kabut asap beraroma sangit.
Dampak dari cuaca panas yang terik, timbulan debu, serta polusi udara yang memburuk kini mulai menyerang kesehatan masyarakat. Banyak warga dan anak-anak sekolah yang mengalami demam hingga terpaksa izin tidak masuk sekolah akibat penurunan kondisi fisik dan gangguan pernapasan.
Melihat situasi tersebut, masyarakat mengimbau pihak berwenang untuk meningkatkan kesiapsiagaan mitigasi bencana serta menyarankan warga untuk selalu menggunakan masker dan menjaga hidrasi saat beraktivitas di luar rumah.
Keterangan Foto Lampiran:
Foto: Tangkapan layar informasi warga mengenai fenomena kabut asap yang menyelimuti kawasan pegunungan di Sumbawa Barat. (Dok. Media Sosial Warga / Heriyanti Pendi)
